Resensi Buku Filosofi Teras (Part 1)

Lebih dari 2000 tahun yang lalu, Stoisisme, atau yang sering dikenal sebagai Filosofi Teras, lahir sebagai sebuah ajaran filsafat dari Yunani dan Romawi kuno. Filsafat ini hadir untuk menjawab tantangan emosi negatif yang sering mengganggu, sekaligus menawarkan cara untuk membangun ketangguhan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan. Menariknya, meskipun berakar dari pemikiran kuno, Stoisisme justru relevan dan praktis untuk diaplikasikan dalam kehidupan Generasi Milenial dan Gen-Z saat ini.

Definisi Kebahagiaan Menurut Stoisisme

Menurut pandangan kaum Stoa, kebahagiaan terjadi ketika seseorang terbebas dari emosi negatif, yang berbeda dari hasrat. Hasrat adalah dorongan untuk mencapai sesuatu. Namun, ketika hasrat itu berlebihan atau tidak terpenuhi, maka muncul emosi negatif. Filosofi Stoa menawarkan latihan-latihan konkret untuk membantu manusia melepaskan diri dari dorongan yang tidak sehat ini. Kebahagiaan sejati, bagi para filsuf Stoa, tercapai ketika kita mampu mengendalikan emosi berlebihan seperti iri hati, ketakutan, rasa sesal, dan kenikmatan yang berlebihan.

Hidup dengan Kebajikan

Tujuan utama Stoisisme adalah menjalani hidup dengan mengasah kebajikan. Ada empat kebajikan utama yang diajarkan:

  1. Kebijaksanaan – Mampu berpikir secara rasional.
  2. Keadilan – Bertindak dengan adil terhadap sesama.
  3. Keberanian – Mampu menghadapi ketakutan dan tantangan.
  4. Menahan diri – Mengendalikan keinginan dan nafsu.

Stoisisme juga mengajarkan untuk "selaras dengan alam," yang berarti menggunakan akal dan rasio sebagai inti dari kemanusiaan, sekaligus menjalani kehidupan yang sosial. Menjadi bijaksana tanpa membangun hubungan sosial dianggap tidak berguna.

Prinsip Dikotomi Kendali

Stoisisme memperkenalkan konsep penting bernama "Dikotomi Kendali," yang membagi segala sesuatu menjadi dua kategori:

  1. Di luar kendali kita – Hal-hal seperti tindakan dan opini orang lain, reputasi, kesehatan, dan kekayaan.
  2. Di bawah kendali kita – Pikiran, keinginan, tujuan, dan tindakan kita sendiri.

Menurut Stoa, kebahagiaan sejati berasal dari hal-hal yang sepenuhnya berada dalam kendali kita. Mengandalkan kebahagiaan pada sesuatu di luar kendali kita, seperti opini orang lain atau kekayaan, dianggap tidak rasional. Sebagai tambahan, William Irvine menawarkan pembagian tambahan menjadi tiga kategori dengan menambahkan hal-hal yang sebagian berada dalam kendali kita. Contohnya adalah persiapan ujian skripsi: kita tidak bisa mengontrol mood dosen, tetapi bisa mengatur persiapan materi dan latihan presentasi.

Metode STAR untuk Menghadapi Emosi Negatif

Saat emosi negatif mulai muncul, Stoisisme menawarkan metode sederhana bernama STAR:

  1. Stop (Berhenti) – Segera hentikan diri untuk tidak larut dalam emosi.
  2. Think & Assess (Pikirkan dan Nilai) – Gunakan rasio untuk menilai apakah emosi itu beralasan.
  3. Respond (Respon) – Setelah emosi mereda, tentukan langkah yang rasional dan tepat.

Dengan latihan dan penerapan Stoisisme, kita dapat menghadapi hidup dengan ketenangan, kebijaksanaan, dan kebahagiaan sejati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUATAN SISTEM DAN ALAT BERBASIS GEROBAK SORTIR DALAM UPAYA SOLUTIF PENANGANAN SAMPAH DARI RUMAH TANGGA KE TPS YANG PRODUKTIF

Resume Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun

Sekolah Pilah Sampah