Self Awareness

 Terdapat klasifikasi 2 sistem berpikir versi Daniel Kahneman yaitu Sistem 1 (intuisi dan insting) dan sistem 2 (pemikiran rasional). 
Sistem 1 dicirikan dengan cepat, tidak sadar, asosiatif, dan pilot otomatis. Sedangkan sistem 2 dicirikan dengan butuh usaha, lamban, logis, pemalas, dan indesicive. Afutami mencontohkan kedua sistem ini sebagai mode kamera. Sistem 1 adalah mode otomatis yang mampu menangkap gambar dengan cepat tapi dengan hasil apa adanya. Sedangkan sistem 2 adalah mode manual yang digunakan oleh para profesional untuk menangkap gambar terbaik, pun ketika menghadapi pencahayaan yang tidak sempurna. 

Sementara berpikir kritis adalah sistem 2. Bukan berarti kita harus selalu berpikir kritis, tapi menyadari kapan sebuah masalah cukup kompleks dan membutuhkan proses berpikir lebih rasional dan terstruktur. Tanpa berpikir kritis, manusia cenderung akan membuat keputusan berdasarkan (1) kebiasaan, (2) opini warisan-orang tua, komunitas, kelompok sosial, peer, atau (3) jebakan berpikir seperti bias dan heuristis berdasarkan asumsi yang tidak diverifikasi. 

Bagaimana cara berpikir kritis? denfang cara membuat review atas buku atau film yang baru kita selesaikan. Berpikir kritis bukan tentang mudah atau tidaknya, tetapi terkait otonomi, dan kemerdekaan. Sehingga kita dapat membuat keputusan dengan mengumpulkan informasi secara utuh, memprosesnya secara terstruktur, sehingga dapat membuat keputusan terbaik atau mencari solusi yang paling efektif. Dengan berpikir kritis kita sedang mengembangkan self-awareness atau kesadaran diri. 

Dengan menggunakan sistem 2, maka kita berusaha untuk memahami apa saja yang mungkin menyusun sistem kita, trigger emosi atau kecenderungan yang mungkin datang dari trauma masa kecil, tradisi, atau nilai-nilai dimana kita dibesarkan. 

Bayangkan diri sendiri sebagai entitas terpisah sebagai self-awareness atau kesadaran diri. Pada dasarnya, self-awareness adalah bentuk berpikir kritis terhadap diri sendiri, yang seharusnya menjadi prasyarat sebelum kita mengizinkan diri kita berpikir kritis untuk dunia di sekitar kita atau orang lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUATAN SISTEM DAN ALAT BERBASIS GEROBAK SORTIR DALAM UPAYA SOLUTIF PENANGANAN SAMPAH DARI RUMAH TANGGA KE TPS YANG PRODUKTIF

Resume Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun

Sekolah Pilah Sampah