Pengalaman mengikuti Indonesia Sociopreneur Challenge 2016
Tulisan ini merupakan pengalaman saya saat mengikuti Indonesia Sociopreneur Challenge 2016. Ada yang tau lomba ini ?? kalau belum, check this out ya man teman
Rangkaian acara Indonesia Sociopreneur Challenge (ISoC) 2016 dilaksanakan pada 20-27 November 2016 di Hotel Santika Premiere BSD, Serpong dan pelaksanaan malam puncak gala dinner digelar di Damai Indah Golf, BSD, Tangerang.
ISoC sendiri dilaksanakan pertama kali pada tahun 2015 dengan skala nasional. sedangkan ISoC 2016 dilaksanakan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Technopreneurship Surya University, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangerang Selatan. Di tahun kedua ini, ISoC kembali mengambil tema “Waste Around Us” untuk menjawab permasalahan sampah di Indonesia, khususnya di daerah Tangerang Selatan.
Rangkaian acara Indonesia Sociopreneur Challenge (ISoC) 2016 dilaksanakan pada 20-27 November 2016 di Hotel Santika Premiere BSD, Serpong dan pelaksanaan malam puncak gala dinner digelar di Damai Indah Golf, BSD, Tangerang.
ISoC sendiri dilaksanakan pertama kali pada tahun 2015 dengan skala nasional. sedangkan ISoC 2016 dilaksanakan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Technopreneurship Surya University, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangerang Selatan. Di tahun kedua ini, ISoC kembali mengambil tema “Waste Around Us” untuk menjawab permasalahan sampah di Indonesia, khususnya di daerah Tangerang Selatan.
Ada tiga kategori lomba yang dapat diikuti peserta, yaitu Applied Technology, Apps, dan Educational Campaign. Untuk kategori Applied Technology dan Apps terdapat dua tahap yang terdiri dari ide (idea stage) dan start-up (start-up stage), sedangkan untuk Educational Campaign dibagi menjadi dua kriteria, yaitu Pelitas dan Non Pelitas. Perusahaan yang berusia kurang dari dua tahun dan telah melakukan pilot project terhadap idenya dapat mengikuti tahap start-up.
Berbagai peserta dari seluruh dunia yang berusia minimal 18 tahun mengikuti ISoC 2016. Ada 102 tim peserta yang mendaftar dengan jumlah terbanyak berasal dari Indonesia. Sisanya berasal dari India, Jepang, Kazakhstan, New Zealand, Pakistan, Filipina, Rwanda, Afrika Selatan, dan Tanzania. Setelah proses seleksi yang dilakukan oleh para juri internasional yang ahli di bidangnya masing-masing, diperoleh sebelas finalis ISoC 2016. Para finalis tersebut mengikuti Bootcamp (20-27 November 2016) di Hotel Santika, BSD.
itulah gambaran ISoC 2016 beserta juri dan mentornya. lalu bagaimana dengan kegiatan-kegiatannya ? oke.. mari kita lanjut..
Pada hari minggu 20 november 2016, peserta harus check in pada siang hari (kalau ngga salah jam 14.00) di hotel. lalu pada malam harinya, kita berkumpul untuk sesi perkenalan / welcome dinner bersama-sama juri, mentor, dan peserta..,
Hari senin 21 november 2016 adalah hari pertama workshop tentang sociopreneur dengan rangkaian acara: introduction to ISoC, pitching finalist pertama, design thinking for sociopreneur, financing social enterprise, waste management strategy in south tangerang, IP and Legal Considerations, dan Developing an ecosystem for social entrepreneurs. tujuan dari pitching di awal adalah untuk mengetahui kesiapan pitching yang akan dinilai juri pada acara puncak. dengan demikian, para mentor bisa memberikan saran-saran perbaikan untuk materi pitching para finalist..
Pada hari selasa 22 november 2016, para peserta, mentor dan panitia mengunjungi TPS3R Griya resik. disini kita mendapatkan materi terkait pengelolaan sampah 3R yaitu pengomposan dan biodigester. Setelah itu kita melakukan kunjungan ke TPA Cipeucang. tujuan dari kunjungan lapangan ini adalah untuk mengidentifikasi masalah-masalah sampah yang ada di Tangerang Selatan sehingga para peserta dapat melakukan perbaikan materi presentasi dan idenya sesuai dengan masalah yang ada. jika pada hari pertama pelaksanaan workshop berakhir pada pukul 21.00, pada hari kedua berakhir pada jam 19.00. meskipun demikian, para peserta bisa berkonsultasi dengan mentor-mentor diluar jadwal workshop.
Jika pada hari senin full workshop diberikan oleh mentor dari Indonesia, maka pada Hari rabu 23 November 2016, workshop diberikan oleh mentor dari luar negeri seperti Dr.Hollie Ritchie dengan materi berupa "appreciating cultural dimension in value chain development), Prof.Josette Dijkhuizen dengan materi "business with purposes: accelerating impact", dan Sumitra Pasupathy dengan materi "scalling up of social business". Selain itu, workshop diberikan oleh mentor dari indonesia yaitu dr.Gamal Albinsaid, MD dengan materi "balancing profit and social missions" dan Sartika kurniali dengan materi "social entrepreneur and digital economy".
Pada hari kelima, acara bukanlah workshop maupun kunjungan lapangan, namun para mentor dan peserta menjadi pembicara di Indonesia Economic Leadership Seminar dengan peserta masyarakat umum.
Pada hari keenam, jum'at 25 november 2016 adalah presentasi final. setelah diundi pada kamis malam, saya mendapat giliran presentasi kelima. pitching dilaksanakan selama 30 menit termasuk tanya jawab. jika tidak salah presentasi dipaparkan selama 10 menit. setelah 11 peserta sudah selesai pitching di sore hari, acara dilanjutkan dengan gala dinner dan pengumuman pemenang. Acara gala dinner dihadiri oleh walikota tangerang selatan yaitu ibu Airin Rachmi dan jajaran dari pemda dan DKPP tangsel. acara dimuai dengan penampilan ikon penyelamat lingkungan tangerang selatan (Pelitas), penyampaian dari pemda, dan pengumuman pemenang. lalu bagaimana pengumumannya ? alhamdulillah saya mendapat juara pertama kategori ide tentang teknologi terapan persampahan. Dalam acara tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany memberikan sambutan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang ISoC 2016.
setelah beberapa hari tidur tengah malam untuk memperbaiki presentasi, pada hari ketujuh, para mentor, panitia, dan peserta melakukan kunjungan ke kota tua dan menghadiri peringatan hari jadi ke delapan kota tangerang selatan. selamat hari jadi kota tangerang selatan ke delapan.
pada minggu 27 november, adalah hari terakhir untuk para peserta check-out dari hotel.
sebenarnya ada lima kategori yang dilombakan pada acara ISoC 2016, jadi bukan hanya saya yang jadi juara, semua finalis dalam tahap final adalah sang juara. siapa aja ya juaranya ? berikut ini adalah juaranya yang bisa dilihat di https://www.jpnn.com/news/airin-ingin-pemenang-isoc-2016-mengimplementasikan-idenya-di-tangsel?page=2
Para juri ISoC 2016 adalah Dessy Aliandrina, PhD (Head of Technopreneurship Department Surya University dan juga Founder SociopreneurID), Ir. M. Taher Rochmadi (Kepala Dinas DKPP, Tangerang Selatan), Prof. Josette Dijkhuizen (Professor of Entrepreneurship Development, MSM Netherlands), Dr. Holly Ritchie (Consultant and Researcher on Value Chain), Dr. Dudi Iskandar, MFor.Sc (Direktur Technopreneurship dan Kluster Industri BPPT), dr. Gamal Albinsaid, MD (CEO Indonesia Medika), Lukitasari Sunowo (Sutradara dan Filmmaker), dan Sartika Kurniali (IT Specialist dan Google Team).
Juri ini memberikan pembekalan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing serta membimbing finalis selama bootcamp. Selama Bootcamp, finalis diberi kesempatan untuk mengamati langsung masalah yang terjadi di Tangerang Selatan dengan mengunjungi TPA Cipeucang, TPS 3R, pilot project DKPP di RT dan RW Ciater Barat.
Juri ini memberikan pembekalan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing serta membimbing finalis selama bootcamp. Selama Bootcamp, finalis diberi kesempatan untuk mengamati langsung masalah yang terjadi di Tangerang Selatan dengan mengunjungi TPA Cipeucang, TPS 3R, pilot project DKPP di RT dan RW Ciater Barat.
Pada hari minggu 20 november 2016, peserta harus check in pada siang hari (kalau ngga salah jam 14.00) di hotel. lalu pada malam harinya, kita berkumpul untuk sesi perkenalan / welcome dinner bersama-sama juri, mentor, dan peserta..,
Hari senin 21 november 2016 adalah hari pertama workshop tentang sociopreneur dengan rangkaian acara: introduction to ISoC, pitching finalist pertama, design thinking for sociopreneur, financing social enterprise, waste management strategy in south tangerang, IP and Legal Considerations, dan Developing an ecosystem for social entrepreneurs. tujuan dari pitching di awal adalah untuk mengetahui kesiapan pitching yang akan dinilai juri pada acara puncak. dengan demikian, para mentor bisa memberikan saran-saran perbaikan untuk materi pitching para finalist..
Pada hari selasa 22 november 2016, para peserta, mentor dan panitia mengunjungi TPS3R Griya resik. disini kita mendapatkan materi terkait pengelolaan sampah 3R yaitu pengomposan dan biodigester. Setelah itu kita melakukan kunjungan ke TPA Cipeucang. tujuan dari kunjungan lapangan ini adalah untuk mengidentifikasi masalah-masalah sampah yang ada di Tangerang Selatan sehingga para peserta dapat melakukan perbaikan materi presentasi dan idenya sesuai dengan masalah yang ada. jika pada hari pertama pelaksanaan workshop berakhir pada pukul 21.00, pada hari kedua berakhir pada jam 19.00. meskipun demikian, para peserta bisa berkonsultasi dengan mentor-mentor diluar jadwal workshop.
Jika pada hari senin full workshop diberikan oleh mentor dari Indonesia, maka pada Hari rabu 23 November 2016, workshop diberikan oleh mentor dari luar negeri seperti Dr.Hollie Ritchie dengan materi berupa "appreciating cultural dimension in value chain development), Prof.Josette Dijkhuizen dengan materi "business with purposes: accelerating impact", dan Sumitra Pasupathy dengan materi "scalling up of social business". Selain itu, workshop diberikan oleh mentor dari indonesia yaitu dr.Gamal Albinsaid, MD dengan materi "balancing profit and social missions" dan Sartika kurniali dengan materi "social entrepreneur and digital economy".
Pada hari kelima, acara bukanlah workshop maupun kunjungan lapangan, namun para mentor dan peserta menjadi pembicara di Indonesia Economic Leadership Seminar dengan peserta masyarakat umum.
Pada hari keenam, jum'at 25 november 2016 adalah presentasi final. setelah diundi pada kamis malam, saya mendapat giliran presentasi kelima. pitching dilaksanakan selama 30 menit termasuk tanya jawab. jika tidak salah presentasi dipaparkan selama 10 menit. setelah 11 peserta sudah selesai pitching di sore hari, acara dilanjutkan dengan gala dinner dan pengumuman pemenang. Acara gala dinner dihadiri oleh walikota tangerang selatan yaitu ibu Airin Rachmi dan jajaran dari pemda dan DKPP tangsel. acara dimuai dengan penampilan ikon penyelamat lingkungan tangerang selatan (Pelitas), penyampaian dari pemda, dan pengumuman pemenang. lalu bagaimana pengumumannya ? alhamdulillah saya mendapat juara pertama kategori ide tentang teknologi terapan persampahan. Dalam acara tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany memberikan sambutan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang ISoC 2016.
setelah beberapa hari tidur tengah malam untuk memperbaiki presentasi, pada hari ketujuh, para mentor, panitia, dan peserta melakukan kunjungan ke kota tua dan menghadiri peringatan hari jadi ke delapan kota tangerang selatan. selamat hari jadi kota tangerang selatan ke delapan.
pada minggu 27 november, adalah hari terakhir untuk para peserta check-out dari hotel.
sebenarnya ada lima kategori yang dilombakan pada acara ISoC 2016, jadi bukan hanya saya yang jadi juara, semua finalis dalam tahap final adalah sang juara. siapa aja ya juaranya ? berikut ini adalah juaranya yang bisa dilihat di https://www.jpnn.com/news/airin-ingin-pemenang-isoc-2016-mengimplementasikan-idenya-di-tangsel?page=2
Pemenang kategori Applied Technology tahap ide adalah tim Adhi Susatyo, dengan runner-up tim Evans Jahja. Untuk kategori yang sama pada tahap start-up dimenangkan oleh tim Juni Kuswanto, dengan runner-up tim Christian Mwijage dan Budi Agung.
Pemenang kategori Apps tahap ide adalah tim Riznaldi Akbar, dengan runner-up tim Naraswari Cinantya Dewi. Pemenang Educational Campaign untuk kategori Pelitas adalah tim Hilmi Fabeta dengan runner-up, tim Jordy Elalno, sedangkan untuk kategori Non Pelitas adalah tim Annisa Hasanah dengan runner-up, tim Diandra Annisa. Masing-masing pemenang membawa USD 3.000, dan runner up USD 1.000.
Total hadiah yang dibawa pemenang adalah USD 29.000, dengan USD 5.000 untuk Best of the Best yang dimenangkan oleh Juni Kuswanto.
"Para pemenang diharapkan bisa mengimplementasikan idenya di Kota Tangerang Selatan. ISoC diharapkan menjadi jembatan penghubung bagi akademisi, swasta, dan pemerintah dalam memecahkan permasalahan sosial, khususnya di Kota Tangerang Selatan," tutur Airin.
Rangkaian acara ISoC 2016 diakhiri dengan kunjungan wisata ke Kota Tua Jakarta serta menghadiri acara ulang tahun ke-8 Kota Tangerang Selatang yang bertempat di Lapangan Sunburst, BSD.
Berikut ini adalah beberapa dokumentasi kegiatan saya di ISoC 2016. dan semoga bisa menjadi motivasi teman-teman untuk terus berkarya. alhamdulillah sampai saat ini saya masih komunikasi dengan ibu Dessy Aliandrina yang merupakan founder sociopreneur.id. jadi kompetisi bukanlah siapa yang menang dan siapa yang kalah. tetapi bagaimana kita bisa berkolaborasi satu sama lain. dengan mengikuti lomba, maka kita dapat juga menambah relasi untuk perbaikan kita
Pitching awal di hari pertama
persiapan kunjungan lapangan
kunjungan lapangan TPA Cipeucang, setelah dari TPS3R Griya Resik
Workshop hari ketiga dengan dr. Gamal Albinsaid, MD
Mengisi materi di Indonesia Economic Leadership Seminar
Final Pitching
photo bersama mentor dan juri
photo bersama ibu walikota Tangerang Selatan
Pengumuman pemenang
kunjungan ke Kota Tua










Komentar
Posting Komentar