Target-target Green Economy dalam APRIL2030, Ambisi Perusahaan APRIL untuk Mendukung Ketercapaian SDGs di Indonesia



Build Back Better dari Pandemi dengan Strategi Green Economy

Pandemi Covid-19 telah berdampak bukan hanya kesehatan masyarakat, namun berdampak pada aktivitas perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Hal ini berakibat pada ketercapaian SDGs di negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Lantas apa itu SDGs? Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan terkait isu ekonomi, sosial, lingkungan, hukum dan tata kelola. Menurut penelitian dari SDGs Center Universitas Padjadjaran, ketercapaian SDGs di negara-negara Asia Tenggara akibat pandemi sebesar 2%-3% lebih rendah dibandingkan tanpa adanya Covid-19 atau setara dengan sekitar 1,5 tahun lebih lambat dalam pencapain SDGs (sdgcenter.unpad.ac.id, 2022). Sejak awal 2020, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah mencanangkan decade of action dimana dalam kurun waktu 10 tahun harus memenuhi komitmen bersama untuk memenuhi 169 target pada tahun 2030. Oleh sebab itu dengan waktu yang tidak lama lagi termasuk adanya pandemi Covid-19, perlu adanya penguatan dari berbagai pihak termasuk bisnis.  

Dalam upaya memulihkan kondisi akibat dampak pandemi Covid-19, perlu dilakukan upaya redesain transformasi ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Terdapat 6 game changer untuk build back better menuju Indonesia Maju seperti: (1) SDM berdaya saing, (2) produktivitas sektor ekonomi, (3) ekonomi hijau (green economy), (4) transformasi digital, (5) integrasi ekonomi domestik, dan (6) pemindahan Ibu Kota Nusantara (BeritaSatu, 2021).

Salah satu yang menjadi perhatian Bappenas dalam pemulihan akibat pandemi adalah green economy. Tujuan dari transformasi green economy adalah untuk menciptakan lapangan kerja baru (green jobs) dan investasi baru (green investment), mendorong pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon, dan meningkatkan daya dukung sumber daya alam dan lingkungan. Seperti terlihat pada Gambar 1, terdapat beberapa strategi dalam green economy seperti pengembangan energi baru terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, pembangunan fasilitas pengolahan sampah dan bahan berbahaya dan beracun (B3), restorasi lahan berkelanjutan, dan pengembangan pertanian berkelanjutan (Seknas SDG, 2022).


Gambar 1. Materi Seknas SDGs dalam Dialog Nasional Memperkuat Pembangunan Daerah melalui Pelibatan Sektor Bisnis Pelaksanaan TPB/SDGs (IBCSD, 2022)

 

Komitmen APRIL2030 yang sejalan dengan green economy

Asia Pasific Resources International Limited (APRIL) adalah salah satu penghasil pulp dan kertas yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti kemasan benda cair, kertas, tisu, tas belanja, kemasan makanan, majalah, dan buku. APRIL sangat konsen terhadap masalah dampak perubahan iklim, lingkungan, dan sosial dan nilai ini melibatkan kerja keras dari sekitar 30.000 pekerja dalam seluruh lintas bisnis APRIL. Group APRIL adalah salah satu penghasil pulp dan kertas terbesar dengan teknologi terkini dan terefisien di dunia.  Pabrik pulp dan kertas yang terletak di Pangkalan Kerinci di Provinsi Riau, Indonesia yang mampu memproduksi hingga 2,8 juta ton pulp dan 1,15 juta ton kertas per tahun.

Sejak 1993, APRIL telah mengembangkan nilai lanskap perkebunan kehutanan dan Nilai konservasi yang tinggi (high conservation plantation landscapes value/ HCV) daerah melalui model produksi-perlindungan. APRIL memulai komersial produksi pulp pada tahun 1995 dan pada tahun 1998 mulai produksi kertas komersial. Dari sejarah produksinya, dapat kita lihat bahwa APRIL sangat memperhatikan kondisi lingkungan dengan mengembangkan lanskap perkebunan terlebih dahulu sebelum memulai produksi. Dalam operasionalnya, APRIL mengimplementasikan Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0 di tahun 2015. Kebijakan ini bertujuan agar APRIL dan para supplier untuk tidak melakukan pengrusakan hutan (deforestasi) dan tidak melakukan pengembangan baru pada lahan gambut, serta hanya mengembangkan kawasan yang tidak berhutan sebagaimana telah diidentifikasi melalui asesmen HCV dan Stok Karbon Tinggi (HCS/High Carbon Stock).

Pada tahun 2021, terdapat komitmen dan target APRIL2030 yang dimuat dalam sustainability report 2021 dengan empat pilar yaitu:

1)      Iklim Positif (climate positive): Menerapkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk mengurangi emisi karbon secara drastis.  

2)      Lanskap yang berkembang (Thriving landscape): Mengedepankan konservasi sebagai bagian dari model lanskap proteksi-produksi.

3)      Kemajuan inklusif (Inclusive progress): Pemberdayaan masyarakat melalui perubahan yang transformatif.

4)      Pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth): Memajukan bisnis dengan mengedepankan sirkularitas serta produksi yang bertanggung jawab.

Dari keempat pilar tersebut, jika dilihat keterkaitannya dengan green economy seperti yang disampaikan oleh Sekretariat Nasional (Seknas) SDGs pada Gambar 1 di atas, maka terdapat tiga pilar yang mendukung green economy yaitu climate positive, thriving landscape, dan sustainable growth. Berdasarkan hal tersebut, pembahasan selanjutnya akan membedah bagaimana data-data di sustainability report 2021 yang berkaitan dengan green economy baik dari sisi target, ketercapaian target, dan isu-isu yang mendukung target dari setiap pilarnya.

 

Pilar-Pilar APRIL2030 yang berkaitan dengan Green Economy

a.      PILAR Climate Positive

Selain keterlibatan terhadap SDGs, pemerintah Indoenesia juga meratifikasi Paris Agreement dalam pertemuan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC). Perjanjian ini memposisikan hutan sebagai kunci dalam penurunan gas rumah kaca.  Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia disampaikan sebagai acuan pelaksanaan komitmen mitigasi perubahan iklim dengan rencana penurunan emisi hingga tahun 2030 sebesar 29%-41% bila dengan dukungan internasional dengan proporsi kehutanan (17,2), Energi (11%), Pertanian (0,32%), Industri (0,10%), dan limbah (0,38%) (Ditjenppi.menlhk.go.id)

Mayoritas operasi bisnis APRIL adalah berkaitan dengan sumber daya alam sehingga APRIL diharapkan dapat memitigasi dampak perubahan iklim. APRIL fokus dalam mereduksi emisi karbon dan meningkatkan sumber energi terbarukan. Beberapa target dan ketercapaian target pada tahun 2021 dalam pilar climate positive adalah sebagai berikut:  

Target

Target SDG terkait

Progress

Mencapai nol emisi karbon bersih dari penggunaan lahan

15.2 dan 15.3.

Pada tahun 2021, APRIL dengan dibantu lembaga independen telah menetapkan baseline berkaitan dengan emisi penggunaan lahan

Melalui Carbon Project Restorasi Ekosistem Riau, kegiatan deforestasi dilaranng dan tim project mempromosikan konservasi dan restorasi lahan basah (wetland)

APRIL telah memulai program perbaikan struktur pengelolaan air selama 3 tahun dan merintis uji coba tanaman penutup tanah skala kecil setelah panen

Mendirikan beberapa ratus plot sampel permanen di seluruh jenis penggunaan lahan untuk memantau perubahan stok karbon di atas dan di bawah tanah

Mengukur emisi dan serapan GRK dari berbagai jenis penggunaan lahan menggunakan LICOR Eddy Tower Instrument.

Memenuhi sebanyak 90% kebutuhan energi pabrik dan Mengurangi emisi karbon produk hingga 25%

7.2. dan 9.4.

APRIL telah mencapai 87% dalam penerapan energi terbarukan dan energi bersih pada pabrik

Emisi gas rumah kaca per ton berkurang 19% dari baseline

Energi yang dihasilkan dari penggunaan bahan bakar fosil berkurang  lebih dari 16% dari baseline

Pada tahun 2021, APRIL juga melakukan project instalasi solar panel sebesar 1 megawatt dengan target 20 megawatt pada tahun 2025

Penggunaan bus listrik di Kerinci untuk mendukung transportasi yang rendah karbon

50% kebutuhan energi operasional serat dari sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan

7.2.

Mencapai 19% kebutuhan energi dalam operasi fibre dari sumber daya terbarukan

Penggunaan B30 biodiesel (dengan 30% oil palm biomass) untuk seluruh operasi , kendaraan karyawan, dan generator

Melakukan uji coba penggunaan B50, campuran biodiesel 50% yang akan digunakan untuk pengangkutan kayu gelondongan, peralatan operasi berat, kendaraan perkebunan dan generator listrik.

Dipesan untuk uji coba, dua mesin Liquid Natural Gas (LNG) bahan bakar ganda untuk pengangkutan kayu fbre ke pabrik

 

 

b.      Pilar Thriving Landscape

APRIL memperjuangkan konservasi sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan lanskap produksi-perlindungan. Persentase pendapatan dari hutan tanaman APRIL akan digunakan untuk restorasi dan konservasi hutan. Secara paralel, APRIL berinvestasi dalam penelitian silvikultur dan inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan 50% dalam produktivitas serat perkebunan. Ilmu pengetahuan lahan gambut tropis akan dikembangkan melalui pusat penelitian baru dan Eco-Camp di dalam area restorasi RER.

Berbicara mengenai thriving landscape maka berbicara mengenai manajemen hutan dan biodiversitas.  Terdapat data-data mengenai manajemen hutan oleh APRIL seperti peningkatan 5% produktivitas fbre perkebunan.  81% sumber kayu bersertifikat Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC). 100% sumber pulp berasal dari PEFC dan/atau Forest Stewardship Council (FSC). Berikut ini adalah target mengenai pilar thriving landscape dan juga progress yang telah dicapai pada tahun 2021:  

Target

Target SDGs terkait

Progress

Mencapai Zero Net Loss dari kawasan konservasi

15.2. dan 15.3.

Memperbarui rencana konservasi berbasis Perkebunan untuk APRIL dan mitra Pasokan

Menetapkan matriks pengelolaan baru yang mengidentifikasi ancaman terhadap konservasi hutan dan tindakan untuk mengatasi hal ini

Mencapai kemajuan keanekaragaman hayati

15.2. dan 15.3.

Mengurangi perambahan ke dalam kawasan konservasi konsesi dan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Frontier Sumatra, menampilkan RER sebagai subjek film dokumenter utama, ditayangkan perdana secara global pada tahun 2021

Survei stok karbon selesai

Memajukan ilmu pengetahuan lahan gambut tropis

17.16.

Mendirikan lab penelitian sains lahan gambut di Eco-Camp di RER

Kembangkan pusat penelitian ilmu gambut tropis dengan mitra yang relevan

50% keuntungan dalam produktivitas perkebunan serat

7.2.

Produktivitas serat meningkat sebesar 5% dibandingkan dengan baseline (rata-rata bergulir 3 tahun)

61% dari perkebunan APRIL berada di ujung yang lebih tinggi dari kisaran produktivitas dengan mean annual increment (MAI) mereka lebih besar dari 25T/Ha/thn

 

c.       Pilar Sustainable Growth

APRIL2030 mempromosikan penggunaan sumber daya yang baik melalui konsep pengurangan, penggunaan kembali, dan pemulihan sumber daya (3R). APRIL mengadopsi prinsip ekonomi sirkular dalam proses manufaktur untuk mendorong efisiensi sumber daya dan mengurangi jumlah limbah yang dikirim ke daratan. Tim R&D mempelajari berbagai cara di mana limbah yang ada dapat digunakan kembali dan diperkenalkan kembali ke dalam siklus produksi.

Target

Target SDGs terkait

Progress

98% Chemical Recovery

12.4.

Mencapai 96,1% Pemulihan Kimia

Penggunaan kembali kapur dari rotary kiln yang akan mengoptimalkan dan mengurangi kehilangan soda melalui refned target dan efisiensi operasional

Menerapkan inisiatif tujuan ganda baru yang memungkinkan penghapusan dan pemulihan soda dari brown-fbre melalui pencucian untuk meningkatkan kualitas brown fbre untuk digunakan sebagai pengganti bahan bakar

80% lebih sedikit limbah padat ke TPA

12.5.

Mengurangi limbah padat ke TPA sebesar 35% dibandingkan dengan baseline (45.6kg/T)

Mengurangi limbah lumpur melalui pemanfaatan kembali sebagai bahan bakar biomassa

20% tekstil daur ulang yang digunakan dalam serat viscose

12.5.

Berkolaborasi dengan perusahaan Asia Pacifc Rayon (APR) serta Reverse Resources and Closed Loop Fashion untuk melakukan survei limbah tekstil pra-konsumen di negara-negara seperti Indonesia, Sri Lanka, dan Bangladesh

Mengajukan permohonan paten sehubungan dengan pengolahan limbah tekstil sebagai bahan baku untuk serat tekstil, yang memungkinkan APRIL memanfaatkan tekstil daur ulang secara efisien

Peningkatan kemampuan untuk menghilangkan warna dan memisahkan poliester dari limbah tekstil hingga 50% kandungan poliester

Berhasil menguji coba campuran 50% pulp tekstil daur ulang dengan kayu pelarut biasa pulp untuk viscose

Pengolahan dengan pemakaian air yang lebih sedikit per ton produk hingga 25%

6.4.

Penggunaan air tetap stabil pada tahun 2021 dengan langkah-langkah mitigasi konsumsi air, termasuk daur ulang dan penggunaan kembali. Ini termasuk inisiatif untuk meningkatkan pengembalian kondensat selama proses, mengurangi kebutuhan akan riasan air tawar

Kesimpulan

Pencapaian SDGs merupakan peran semua pihak baik pemerintah pusat, daerah, bisnis, akademisi, filantropi, media, dan masyarakat pada umumnya. Berdasarkan identifikasi sebelumnya oleh APRIL dengan dibantu oleh PwC Singapura, terdapat tujuh goals SDGs prioritas yang teridentifikasi. Tiga tujuan inti yaitu SDGs 12, 13, dan 15. Selain itu terdapat 4 goals katalis yaitu goals 3, 4, 6, dan 7.  Jika dilihat dari SDGs Tagging atas kegiatan bisnis APRIL, maka operasional APRIL sudah sejalan dengan green economy karena ketiga SDGs tersebut (SDGs 12,13, dan 15) berbicara mengenai aktivitas seperti sirkular ekonomi, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, dan restorasi lahan berkelanjutan. Dengan adanya komitmen dan target APRIL ini, maka diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan aktivitas-aktivitas green economy sehingga dapat berkontribusi dalam ketercapaian SDGs baik di daerah, provinsi, maupun pusat. Walaupun APRIL2030 lebih dominan pada green economy, namun upaya-upaya dalam pilar inclusive progress (kemajuan inklusif) sangat bermanfaat karena berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar atas akses yang dibutuhkan seperti akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan. 

 

 

Referensi

https://youtu.be/If_qwVrp3NQ

https://www.youtube.com/watch?v=m-21kU3mdh4

https://www.un.org/sustainabledevelopment/decade-of-action/

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/tentang/amanat-perubahan-iklim/komitmen-indonesia#:~:text=Komitmen%20dan%20Kontribusi%20Indonesia%20kembali,kaca%20dan%20bergera%20aktif%20mencegah

https://sdgcenter.unpad.ac.id/direktur-sdgs-center-memberikan-sharing-pengalaman-terkait-penerapan-sdg-di-indonesia-dalam-side-event-high-level-political-forum-hlpf-malaysia/

https://www.aprilasia.com/en/sustainability/sustainability-report

https://april2030.aprilasia.com/id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUATAN SISTEM DAN ALAT BERBASIS GEROBAK SORTIR DALAM UPAYA SOLUTIF PENANGANAN SAMPAH DARI RUMAH TANGGA KE TPS YANG PRODUKTIF

Resume Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun

Sekolah Pilah Sampah