Dosen Tamu/Praktisi mengenai Manajemen Industri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (14 dan 21 November 2022)

 Pada hari Senin 14 dan 21 November 2022, saya berkesempatan menjadi dosen praktisi untuk matakuliah Manajemen Industri untuk mengampu mahasiswa semester 5 jurusan Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 




Hal ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara UMY dan PT. Inovasi Waskita Teknologi dalam hal kerjasama mitra perguruan tinggi. 

Pada kesempatan ini, saya memberikan materi mengenai manajemen industri yang terbagi dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama (14 November 2022), saya memberikan materi mengenai Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling yang banyak digunakan di dunia industri. Pada tahap planning, Industri perlu memastikan dan menyelaraskan dengan visi, misi, values, strategi yang perusahaan miliki. Hal ini juga merupakan strategic planning agar perusahaan berfokus pada perencanaan yang benar-benar sesuai dengan cita-cita perusahaan. Pada tahap planning, perusahaan juga melakukan screening dan analisis internal dan eksternal agar mengkaji perencanaan secara menyeluruh dan tersistematis. 


Pada tahap organizing, saya memberikan penyampaian khususnya mengenai alokasi sumber daya manusia yang melakukan task/ proses bisnis. Saya juga memberikan contoh proses bisnis yang ada di industri otomotif dengan mengacu pada dokumen Process Framework yang dirilis oleh APQC (sebuah konsultan internasional yang menghimpun proses bisnis industr-industri di dunia). Dengan memberikan gambaran Proses bisnis yang ada di industri otomotif, maka diharapkan mahasiswa mampu memahami apa saja jobdesk yang ada di perusahaan otomotif. Pada kesempata ini saya juga memberikan gambaran mengenai alokasi SDM dengan tools Raci Matrik. RACI merupakan singkatan dari Responsible, Accountable, Consulted, dan Informed. Dengan matrik ini, maka manajer dapat mengalokasikan sebuah task kepada beberapa stakeholder sesuai beban kerjanya apakah responsible, accountable, consulted, dan informed. 

Pada tahap actuating, saya memberikan gambaran mengenai apa saja skill yang dibutuhkan oleh manajer seperti keterampilan teknis, konseptual, interpersonal, komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu. 



Pada pertemuan kedua (21 November 2022), saya menjelaskan mengenai tahap controlling, tahap controlling merupakan tahapan yang penting agar apa yang telah direncanakan di awal dapat ditelusuri mengenai progresnya. 

Pada kesempatan ini, saya memaparkan key performance indicator (KPI) yang menggunakan perspektif Balanced Scorecard yang ditemukan oleh Kaplan dan Norton (1992). Balanced Score card ini memiliki 4 perspektif evaluasi yaitu financial (keuangan), konsumen, proses bisnis internal, dan learning and growth. Balanced Scorecard berusaha untuk mengevaluasi secara komprehensif terkait perusahaan yaitu dari sisi financial, non finansial, internal, eksternal, jangka pendek dan jangka panjang. Saya juga memberikan contoh beberapa sasaran yang ada di empat perspektif tersebut. 


Setelah menjelaskan mengenai KPI dengan perspektif Balanced Scorecard, saya menjelaskan mengenai feedback, mentoring, dan coaching yang diperlukan untuk melakukan follow-up atas progres dari sasaran KPI. Coaching ini merupakan aktivitas feedback dari atasan kepada bawahan agar memastikan sasaran yang telah dibuat dapat tercapai dengan baik. 











Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUATAN SISTEM DAN ALAT BERBASIS GEROBAK SORTIR DALAM UPAYA SOLUTIF PENANGANAN SAMPAH DARI RUMAH TANGGA KE TPS YANG PRODUKTIF

Resume Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun

Sekolah Pilah Sampah