Banua Green Hub Juara I kompetesi Maybank Isyefpreneur 2022


Di akhir penghujung tahun tepatnya di bulan Desember, terdapat pembukaan kompetisi Isyefpreneur 2022 yang diselenggarakan oleh Maybank dan Isyef (Indonesian Islamic Youth Economic Forum). Bersama Banua Green Hub (Sebuah startup lingkungan yang merupakan hub pengelolaan sampah di Banjarmasin). Banua Green Hub menjadi hub bagi beberapa bank sampah masjid di Banjarmasin seperti Masjid Al-Jihad, Al-Furqon, dan Al-Muhajirin.  

Sedikit cerita dalam proses dari awal hingga akhir acara Isyefpreneur 2022. Kami pertama kali mengisi formulir pendaftaran dengan beberapa isian informasi seperti nama PIC, data startup, dan motivasi mengikuti kegiatan isyefpreneur 2022. Terdapat 645 pendaftar yang mengisi tahap pertama ini dan diseleksi menjadi 50 tim yang berhak mendapatkan mentoring dari beberapa ahlinya. Mentoring dilakukan dari awal desember hingga pertengahan desember.  

Terdapat beberapa materi workshop dan business coaching bagi 50 peserta terpilih yang diselenggarakan pada setiap sabtu dan minggu pada 3,4,10,11,17,18 Desember 2022. Adapun materi yang disampaikan entrepreneurship in islam, market segmentation, analysis & validation, digital marketing, brand & content strategy, dan materi lainnya yang dapat dilihat pada gambar berikut: 

Materi Isyefpreneur 2022


Di akhir Workshop, dari 50 tim tersebut, peserta dikelompokkan menjadi 10 kelompok untuk dilakukan mentoring one by one ataupun kolektif dengan mentor terkait. Banua Green Hub beserta 4 tim lainnya dimentoring oleh mas Fajar  Sidiq Abdul Kelana yang merupakan anggota dari startup Banoo dan penerima LPDP di Swedia tepatnya KTH University.

Business coaching dengan Mas Fajar Kelana


Dari 5 grup yang dibimbing oleh mas Fajar, Banua Green Hub terpilih untuk maju ke 10 besar untuk melakukan pitching lagi dihadapan para dewan Juri secara online. Hasil pitching 10 besar (online), Banua Green Hub kembali terpilih menjadi 5 besar yang berhak melakukan picthing secara offline di Masjid Agung Sunda Kelapa pada 15 Januari 2023. Untuk proses pitching, ngga diceritain disini yaa, nanti teman-teman bisa cek di youtube dengan keyword isyefpreneur atau cari di media sosial isyefupdates. 

Singkat cerita, pada akhirnya kami mendapatkan juara 1 isyefpreneur 2022 dan berhak mendapatkan hadiah 50 juta untuk dana pengembangan usaha. Selain itu kami mendapatkan fasilitasi untuk konsultasi gratis mengenai HKI dan legalitas usaha. 

Diakhir tulisan ini, selain menceritakan proses acara Isyefpreneur 2022, saya ingin menyampaikan beberapa learning point yang mungkin membuat Banua Green Hub menjadi pemenang di event ini. Terdapat beberapa point yang dihighlight yaitu:
  1. Mengembangkan model bisnis yang profitable, berkelanjutan, dan menyesuaikan apa yang diharapkan dalam lomba Isyefpreneur 2022 
  2. Membuat pitchdeck dengan baik, simple, kreatif sehingga dapat mudah dipahami oleh juri. 
  3. Mempersiapkan dengan matang pitchdeck dan pitching. Biasanya pada malam hari sebelum pelaksanaan pitching baik 50 besar, 10 besar, hingga 5 besar kami melakukan latihan pitching dari mulai perbaikan pitchdek hingga penentuan slide yang perlu dihighlight. Kami terus memantau bagaimana penyampaian pitching harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan seperti 7 menit (pitching 10 besar) dan 5 menit (pitching 5 besar).
  4. Mempersiapkan kemungkinan pertanyaan yang dilontarkan oleh juri sehingga dapat menjawab dengan lancar pada saat QnA pitching. 
  5. Berbagai platform seperti media sosial dan website perlu lebih aktif dalam memberikan konten baik produk, jasa, maupun konten edukasi bagi masyarakat/klien karena terkadang juri melihat lihat bagaimana berjalannya usaha dengan melihat media sosial. 
  6. Terakhir berdoa dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. kami sudah berusaha maksimal sehingga apapun hasilnya akan kami terima dengan lapang dada. 
Terakhir, alhamduillah kami mendapatkan dana sebesar 50 juta, kami akan melakukan pengembangan usaha yaitu untuk pengolahan sampah organik di Banjarmasin. Setelah sebelumnya berfokus pada kegiatan ataupun transaksi jual beli an-organik dan minyak jelantah, kami ingin berusaha untuk menyelesaikan masalah pengomposan. Hal ini dikarenakan persentase sampah organik sebesar 60% yang berakhir ke TPA jika dibandingka organik yang hanya kurang dari 40%. Semoga usaha Banua Green Hub yang berusaha memberdayakan jama'ah masjid dapat terus berjalan dan memberikan edukasi khususnya lingkungan di masyarakat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUATAN SISTEM DAN ALAT BERBASIS GEROBAK SORTIR DALAM UPAYA SOLUTIF PENANGANAN SAMPAH DARI RUMAH TANGGA KE TPS YANG PRODUKTIF

Resume Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun

Sekolah Pilah Sampah