Program pesantren hijau Lazisnu

 Pada tahun 2023, PT Inovasi Waskita Teknologi atau disebut Inowastek menjadi rekanan program CSR Lembaga Amil Zakat NU (Lazisnu). Program ini merupakan kolaborasi antara Lazisnu bersama dengan Bank Mega Syariah, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU, dan Lembaga Penganggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU. Pada tahun 2023 ini terdapat 7 pesantren yang diaktivasi oleh NU yang tersebar diberbagai daerah. Ketujuh pesantren tersebut adalah Pesantren Mahasina (Bekasi), Pesantren Al-Kenaniyah (Pulo Gadung, Jakarta Timur), Pesantren Al-Hamid (Cilangkap, Jakarta Timur), Pesantren Al-Hamidiyah (Depok),  Pesantren Malnu Menes (Pandeglang), Pesantren Al-Mubarok (Demak), dan Pesantren Zainul Hasan Genggong (Probolinggo). 

Kegiatan edukasi kepada santri, santri penggerak


Dalam pelaksanaannya, setiap pesantren dibentuk santri penggerak yang merupakan tim yang ditugaskan agar memberikan edukasi kepada santri lainnya di Pesantren. Santri penggerak diberikan training oleh narasumber yang berkompeten salah satunya adalah narasumber dari Inowastek. Training of Trainer membahas mengenai kesadaran lingkungan khususnya pengelolaan sampah, selain itu, diberikan pemahaman bagaimana memisahkan dan mengelola sampah di Pesantren. Setelah dilakukan kegiatan TOT di 7 pesantren, kegiatan selanjutnya adalah melakukan launching pesatren hijau dengan memberikan berbagai perlengkapan pengolahan sampah di Pesantren seperti tempat sampah pilah, komposter, gerobak sampah pilah, drop box botol plastik, mesin pencacah organik. 

Dengan adanya edukasi dan pemberian bantuan alat-alat penunjang pengelolaan sampah, maka diharapkan dapat memberikan motivasi bagi pihak-pihak di pesantren agar lebih menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah. sampah-sampah anorganik dapat dikumpulkan dan dijual kepada pengepul. Sedangkan sampah organik yang terkumpul di dapur dapat dimanfaatkan menjadi kompos dengan terlebih dahulu dicacah dengan menggunakan mesin pencacah organik. 

Kegiatan launching di salah satu pesantren hijau


Kegiatan pesantren hijau selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) sehingga dapat memberikan perbaikan jika dibutuhkan. Kegiatan monev juga menjadi sebuah input bagi tim inowastek dan Lazisnu karena nantinya akan dibuat sebuah modul pesantren hijau. Modul ini nantinya berisi best practice dari tujuh pesantren ditambah dari pesantren lainnya yang telah menerapkan pengelolaan sampah yang baik. Modul ini nantinya dapat digunakan sebagai acuan bagi pembentukan pesantren hijau di tahun-tahun yang akan datang. 

salam hijau 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUATAN SISTEM DAN ALAT BERBASIS GEROBAK SORTIR DALAM UPAYA SOLUTIF PENANGANAN SAMPAH DARI RUMAH TANGGA KE TPS YANG PRODUKTIF

Resume Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun

Sekolah Pilah Sampah